panen raya

Panen raya , panen raya….
Panen raya seharusnya disambut dengan penuh senyum. Karena jelas berkontribusi terhadap ketahanan pangan nasional, mengurangi impor , dan seharusnya meningkatkan kesejahteraan petani. Namun, kenyataannya tidak demikian. Panen raya , berarti harga gabah yang murah ” saudagar ” gabah hanya mau membeli harga padi 100 rb per are. Dari sebelumnya 200 rb per are. Alasannya, panen raya sulit cari buruh, harga ongkos meningkat dan lain sebagainya.
Memang panen raya ini menimbulkan dilema bagi petani. Bahkan banyak petani putus asa, membiarkan padinya rebah, dan bulir gabah tumbuh menjadi benih. Sungguh mengenaskan.
Tanpa pertolongan dari pemerintah, petani akan mengalami kerugian.
Apabila saat terjadi bencana ada bantuan dari pemerintah, maka sekarang ini profesi petani harus ditolong. Karena mengalami bencana “harga”.
Hal ini tidak satu kali dua kali dialami petani padi. Seringkali, hanya kecintaan terhadap profesi saja yg membuat mereka melakoni profesi petani.
Anak anak mereka sudah tidak mau lagi menjadi petani. Melihat nasib orang tua mereka. Mereka memilih bekerja di pariwisata, kerja di hotel atau kapal pesiar.
Naik kapal pesiar beberapa kali, sudah bisa beli tanah dan bangun rumah. Membuat mereka semakin tidak berminat menekuni pekerjaan petani padi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s