Blade holder itu panjangnya berapa?

image

Ada pertanyaan berapakah jarak terluar dari pisau atau blade rotary? Arah pertanyaan nya tentu kita tahu bersama akan digunakan untuk apa si traktor mini/mini tiller/traktor rotary ini. Ya betul , untuk menyiangi gulma. Traktor akan bergerak disela sela tanaman utama. Untuk membersihkan gulma disela sela tanaman utama. Ada permintaan agar jarak terluar pisau jangan sampai lebih dari 65 cm.
Dan setelah saya ukur panjangnya ternyata sangat mencukupi karena bagian blade terluar memang bisa dilepas.
Ukuran pada gambar adalah ukuran blade holder pada satu sisi. Yaitu ukuran terpendek adalah 25 cm. Jadi tinggal dikalikanndua jadi 50 cm. Ditambah dengan gearbox kira kira 10 cm maka jarak terluar yang adalah 60 cm.

Pertanyaan yang menggoda saya setelah saya melakukan pengukuran itu adalah kenapa ya menanam tanaman iu harus diukur sepas pasnya begitu. Seperti juga tanaman padi. Pasti berhitung jarak tanam. Petani berusaha mencari jarak tanam yang sependek mungkin dengan hasil seoptimal mungkin. Sehingga keluarlah ilmu legawa. Lega nya nanggung. Karena lega sesak lega sesak jaraknya. Ah, mungkin saja karena karena sudah lewat penelitian. Seolah olah kalau kelebihan jaraknya nanti hasil panen akan berkurang dari sekian menjadi sekian karena sekian tanaman kali sekian tidak tertanam karena jarak tanam. Sehingga susahlah menyarankan petani untuk menggunakan jarak tanam 30×30 untuk tanaman padi. Kebanyakan menggunakan jarak tanam 20×20.

Lalu bagaimana dengan ekosistem yang seharusnya terbentuk. Bukankah kita waktu sd sudah diberitahu dalam buku buku pelajaran bahwa tikus dimakan ular. Sehingga tidak terjadi wabah tikus? Ketika kita menanam kita menghilangkan semua tanaman lain, kita sebut itu gulam. Rumput dll. Lalu setelah panen kita juga bersihkan semuanya. Semua jerami kira bakar. Sampai tak bersisa. Lalu kita olah lagi tanah , lalu kita tanami lagi demikian seterusnya. Tanah tak pernah kita beri waktu untuk beristirahat kecuali tidak ada air pas musim kemarau misalnya. Sehingga terbentuk ekosistem yang baik akibat campur tangan manusia yang terus menerus karena itulah ia disebut sebagai lahan produktif apabila tidak produktif ia disebut lahan tidur.
Jadi manusia memang dikotomis sekali. Kalau produktif ya tidur. Jadibyanh tidur tidur itu harus dibangunkan agar produktif.
Sebuah progressive farming.
Apabila sebuah kenyataan yang terjadi belum tentu benar dan bukan yang terbaik bagi manusia , berarti itu hanya karena banyak yang melakukan hal serupa.
Kita tahu bahwa pupuk kimia dan pestisida itu tidak baik bagi ekosistem. Tapi kita menerimanya , karena banyak yang melakukannya .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s